Posts Tagged ‘realisasi mimpi’

Merealisasikan mimpi

Mei 1, 2008

Dalam setiap buku atau seminar-seminar tentang kewirausahaan, kita sering sekali mendapatkan kata-kata yang berhubungan tentang kekuatan dari sebuah mimpi. Bahwa intinya, kesuksesan akan datang kalau kita berani memimpikannya dari jauh. Dan bahwa orang yang tidak berani memimpikan sesuatu tidak akan mendapatkan apapun.

Akan tetapi, hanya bermimpi juga tidak akan membuat kita tiba-tiba mendapatkan kesuksesan. Harus ada follow up yang kita lakukan agar mimpi kita menjadi kenyataan. karena tidak sedikit orang yang bermimpi ini-itu, tetapi tidak melakukan apa-apa demi mewujudkan mimpinya tersebut. atau mungkin sudah melakukan sesuatu, tetapi kandas ditengah jalan. karena itu, mimpi yang telah kita bayangkan membutuhkan follow up yang tepat agar tidak menjadi harapan kosong saja.

Dalam merancang konsep follow up yang akan kita lakukan, ada beberapa tahap yang akan membantu kita membuat langkah-langkah yang tepat, dan apabila kita telah membuat follow up yang tepat, maka sesungguhnya kita akan dengan mudah merealisasikan mimpi kita. Dan kemungkinan kita untuk berhenti ditengah jalanpun menjadi sangat kecil. Tahap tahap tersebut adalah:

1. Mengubah mimpi menjadi visi.

2. Membuat misi yang sejalan dengan visi.

3. Menyusun rencana strategis.

4. Berkomitmen untuk melaksanakan rencana.

Pada tahap yang pertama, mengubah mimpi menjadi visi, kita harus memahami benar bahwa visi adalah sesuatu yang ingin kita raih atau kita dapatkan dalam jangka waktu tertentu. Mengubah mimpi menjadi visi adalah awal yang paling baik untuk memudahkan kita melangkah berikutnya.

Dari mimpi yang sekadar didalam pikiran, kita harus menyusun kata-kata yang tepat untuk menggambarkan mimpi kita tersebut. dan kata-kata yang kita susun harus bernada optimis, bisa memotivasi kita, dan tidak bersifat ragu-ragu. misalnya saja ada seseorang bermimpi untuk memiliki usaha sendiri. Maka ada baiknya dia membuat visinya menjadi “saya AKAN memiliki usaha sendiri ketika saya telah dua tahun lulus kuliah”. Dan dalam membuat visi, kita harus berhati-hati agar visi tersebut cukup meyakinkan. Dalam contoh diatas, apabila saya menggunakan “saya INGIN”, maka itu akan tidak cukup meyakinkan.

Selanjutnya, apabila mimpi telah berubah menjadi visi, maka kita perlu menentukan misi yang akan mampu mendukung kekuatan visi kita tersebut. misi disini adalah tujuan-tujuan yang harus kita selesaikan agar memudahkan visi kita bisa terrealisasi. Dan misi biasanya bersifat lebih detail daripada visi. Misi yang tepat akan membuat kita merasa bahwa visi kita cukup dekat untuk dicapai. Karena misi selalu dibuat bertahap dan tiap tahapnya akan memiliki rentang kesulitan yang naik secara konstan. Oleh karena itu, banyak orang yang membuat misi tahap pertamanya adalah hal-hal yang cukup sepele, seperti “lulus kuliah dalam 3.5 tahun”, atau “mengikuti pelatihan enterpreneurship sebanyak 3 kali”. Hal itu dimaksudkan, agar ketika satu tahap misi telah selesai, maka tahap berikutnya akan terlihat menjadi lebih mudah. Dan ketika telah melewati beberapa tahap, dia akan menyadari bahwa mimpinya telah cukup dekat.

Tahap berikut untuk merealisasikan mimpi, yakni menyusun rencana strategis, sebenarnya bisa dilakukan ketika kita membuat misi. karena ketika kita membuat misi, maka kita juga harus memperhitungkan strategi-strategi yang harus dipersiapkan agar misi kita berjalan lebih mudah.

Rencana strategis maksudnya adalah rencana yang dibuat dengan memperhitungkan kendala-kendala yang mungkin terjadi lalu dipikirkan cara mengatasinya. Karena jika kita telah memikirkan kendala-kendala yang mungkin terjadi, maka ketika hal tersebut benar terjadi, kita tidak akan terbingungkan. Maka dari itu disarankan kita benar-benar memperhitungkan kendala yang mungkin terjadi, bahkan yang kemungkinannya cukup kecil sekalipun. Dan agar kita tidak terbentur oleh kendala-kendala yang tidak kita perhitungkan sebelumnya, ada baiknya kita telah menentukan dari awal orang-orang yang kita rasa kompeten untuk memberikan saran atau solusi.

Setelah semua tahap diatas telah kita laksanakan. Maka yang terakhir akan terlihat sebagai tahap paling mudah, namun sebenarnya beressensi paling besar. Yaitu berkomitmen untuk melaksanakan rencana sampai akhir. Inilah tahap paling sensitif yang harus kita lakukan. Karena banyak orang yang melaksanakan rencananya tanpa berkomitmen. dan Hasilnya dia akan dengan mudah menyerah ketika terbentur kendala.

Saya menambahkan sedikit saran agar kita menyuarakan komitmen kita kita ke beberapa orang terdekat. Hal ini dimaksudkan agar ketika sendiri ternyata akan menyerah atau melanggar, maka akan ada orang lain yang membantu kita. Atau setidaknya sekedar mengingatkan kita pada komitmen kita.